AN EONOMIC MODEL OF FRIENDSHIP : HOMOPHOLY, MINORITIES AND SEGREATION

OLEH : SERGIO CURRARINI – MATTĀ  O. JACKSON – PAOLO PIN
We develop a model of friendship formation that sheds light on segregation patterns observed in social and economic networks. Individuals come in different types and have type-dependent benefits from friendships; we examine the properties of a steady-state equilibrium of a matching process of friendship formation. We use the model to understand three empirical patterns of friendship formation: (i) larger groups tend to form more same-type ties and fewer other-type ties than small groups, (ii) larger groups form more ties per capita, and (iii) all groups are biased towards same-type relative to demographics, with the most extreme bias coming from middle-sized groups. We trace each of these empirical observations to specific properties of the theoretical model and highlight the role of choice and chance in generating homophilous behavior. Finally we discuss welfare implications of the model.
Iklan
Ditulis dalam Uncategorized. 1 Comment »

KEPUASAN PELANGGAN HARIAN PAGI SURYA (Studi Deskriptif Kepuasan Pelanggan Di Surabaya Dengan Konsep Gratification Sought Dan Gratification Obtained)

KTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSITAS PENGGUNAAN SISTEM IN

OLEH : FAUZIAH ARNAS SITA

Informasi sudah menjadi kebutuhan manusia yang essensial untuk mencapai tujuan, melalui informasi, manusia dapat mengetahui peristiwa yang terjadi di sekitarnya, memperluas cakrawala pengetahuannya, sekaligus memahami kedudukan serta perannya dalam masyarakat. Didorong oleh rasa ingin tahu pada diri manusia terhadap sesuatu maka kebutuhan akan informasi semakin meningkat, semakin banyak, mendetail dan variatif. Banyak alternatif media massa yang digunakan untuk memperoleh informasi, baik media cetak ataupun media elektronik, beraneka ragam media yang bermunculan, memungkinkan lebih adanya keleluasaan untuk memilih mana yang paling cocok untuk dijadikan media penyampaian informasi. Pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan produksi jurnalistik di Indonesia, baik ditinjau dari substansi isi maupun medianya.

Variabel yang digunakan adalah motif informasi, motif identitas personal, motif integrasi dan interaksi sosial dan motif hiburan. Pengukuran variabel dengan menggunakan skala likert. Populasi penelitian adalah para pembaca Harian Pagi Surya selama periode bulan Januari hingga September 2007 yaitu berjumlah 310 orang. Dengan menggunakan teknik penentuan Simple Random Sampling maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 71 orang. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung melalui pelanggan Harian Pagi Surya dengan penyebaran kuesioner. Teknik pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan analisis pemodelan t-test paired sample.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil hipotesis pertama bahwa tidak ada perbedaan mean skor yang signifikan antara GS pada motif informasi membaca Harian Pagi Surya dengan GO pada motif informasi setelah membaca Harian Pagi Surya. Bahwa tidak ada perbedaan mean skor yang signifikan antara GS pada motif identitas personal membaca Harian Pagi Surya dengan GO pada motif identitas personal setelah membaca Harian Pagi Surya. Bahwa tidak ada perbedaan mean skor yang signifikan antara GS pada motif integrasi dan interaksi sosial membaca Harian Pagi Surya dengan GO pada motif integrasi dan interaksi sosial setelah membaca Harian Pagi Surya. Bahwa tidak ada perbedaan mean skor yang signifikan antara GS pada motif hiburan membaca Harian Pagi Surya dengan GO pada motif hiburan setelah membaca Harian Pagi Surya.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ditulis dalam Uncategorized. 1 Comment »